Lompat ke isi utama

Berita

Hidup Hanya Sekali, Gunakan untuk Membela Kebenaran

kutipan

Unggahan grafis kuotasi kutipan tokoh bangsa, Tirto Adhi Soerjo di akun resmi media sosial Bawaslu Kabupaten Demak, Kamis (13/8/2026).

 Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengingatkan bahwa hidup merupakan anugerah yang sangat agung dari Tuhan Yang Maha Esa. Kesempatan untuk menjalani kehidupan di dunia hanya diberikan satu kali, dan pada akhirnya setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Dzat yang memberikan kehidupan.

Pesan tersebut menjadi refleksi Bawaslu Kabupaten Demak atas kutipan tokoh bangsa, Tirto Adhi Soerjo: "Hidup hanya sekali, gunakan untuk membela kebenaran." Kutipan tersebut diunggah melalui akun media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Demak sebagai pengingat pentingnya mengisi kehidupan dengan hal-hal yang bernilai dan bermanfaat pada Kamis (13/8/2027).

Bawaslu Demak memandang bahwa membela kebenaran bukan sekadar keberanian untuk menyampaikan pendapat, melainkan juga kesediaan untuk menjaga nilai-nilai kejujuran, keadilan, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan.

Dalam konteks demokrasi, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan turut memperjuangkan demokrasi yang bersih, berkeadilan, dan bermartabat. Demokrasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Kehidupan adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Selama masih diberi kesempatan untuk hidup, mari kita gunakan untuk menegakkan kebenaran, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi sesama. Dalam konteks demokrasi, perjuangan itu dapat kita wujudkan dengan bersama-sama mengawal proses demokrasi agar tetap bersih, adil, dan bermartabat," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Demak.

Menurutnya, setiap orang memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam perjuangan tersebut. Hal itu tidak harus melalui tindakan besar, melainkan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata benar, bersikap jujur, menolak kecurangan, tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan, serta berani mengingatkan ketika menemukan praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Melalui refleksi tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk menjadikan kehidupan sebagai ruang pengabdian. Sebab, ketika kebenaran, keadilan, dan integritas diperjuangkan bersama, demokrasi tidak hanya menjadi sebuah sistem, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan kehidupan berbangsa yang lebih beradab dan sejahtera.

Penulis : Mudlo'af 

Foto : Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati