Bawaslu Gaungkan Nilai Keadilan Lewat Kutipan Pangeran Diponegoro di Media Sosial
|
Demak – Bawaslu Demak mengunggah kutipan inspiratif dari pahlawan nasional, Pangeran Diponegoro. Kutipan tersebut berbunyi, “Jangan menjelekkan orang baik, jangan membaikkan orang jahat, jangan berbuat aniaya terhadap rakyat banyak" pada hari Rabu, 29 April 2026.
Pesan ini dinilai relevan dengan kondisi kehidupan berbangsa dan berdemokrasi saat ini. Melalui unggahan itu, Bawaslu ingin mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan objektivitas, terutama dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik.
Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak, menyebut demokrasi yang sehat tidak hanya ditopang oleh regulasi, tetapi juga oleh sikap moral masyarakat. Tidak memutarbalikkan fakta, tidak menyebarkan narasi yang merugikan pihak yang benar, serta tidak membenarkan tindakan yang salah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Nilai yang disampaikan Pangeran Diponegoro ini sangat kontekstual. Dalam kehidupan demokrasi, kita dituntut untuk bersikap adil, tidak menyebarkan kebencian, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat luas,” lanjut Ulin
Konten edukatif berbasis kutipan tokoh bangsa ini menjadi salah satu pendekatan Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di era digital. Dengan gaya komunikasi yang sederhana namun penuh makna, diharapkan pesan-pesan moral dapat lebih mudah diterima dan dipraktikkan.
Upaya ini sekaligus mempertegas peran Bawaslu sebagai lembaga yang tidak hanya berfokus pada pengawasan pemilu, tetapi juga aktif dalam membangun budaya demokrasi yang berintegritas, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Penulis : Mudlo'af
Foto : -
Editor : Humas Bawaslu Demak