BAWASLU DEMAK TERIMA 36 KADER PENGAWAS PARTISIPATIF
|
Demak, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Demak, Wiwit Puspitasari melaporkan 36 calon peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dari Demak ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Laporan ini dsampaikan bersamaan dengan rapat evaluasi pengawasan pemutakhiran data pemilh berkelanjutan tri wulan III yang diselenggarkan di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Kamis (17/10/2025). Sebagamana juknis agar memperhatikan afirmasi gender, dari 37 calon peserta tersebut 38 % adalah dari kaum hawa. “ kurang lebih ada 14 perserta berjenis kelamin perempuan” tutur Wiwit.
Program P2P ini merupakan kebijakan Bawaslu RI untuk mencetak kader kader pengawas partisipatif muda yang pada gilirannya siap mengawal pemilu mendatang yang bersih dan bermartabat. Karenanya mereka yang diterima adalah dari unsur pemuda dari berbagai latar belakang. “mereka ada yang dari ikatan pelajar NU, HMI, PMII, GMNI, Kohati dan yang paling banyak dari anggota Saka Adhyasta” papar wiwit.
Menurut Moh. Amin, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya, hari ini adalah checking terakhir jumlah dan kelengkapan data peserta, “setelah lengkap akan langsung kami kirim ke Bawaslu RI” ungkap Amin, Pasalnya direncanakan pada tanggal 20 Oktober ini akan dilakukan kickoff secara serentak di seluruh Indonesia oleh Bawaslu RI melalui daring. Proses pendidikannya pun nantinya akan dilakukan secara daring, sebagai konsekwensi dari efisiensi.
Selain checking peserta, pertemuan itu juga dikembangkan dengan pembahasan teknis pelaksanaan pendidikan. Masing-Bawaslu Kabupaten/Kota diminta untuk mempersiapkan materi nara sumbernya adalah Bawaslu Kabupaten/Kota.