BAWASLU DEMAK SOROTI AFIRMASI PEREMPUAN DALAM BINCANG DEMOKRASI KOTA WALI
|
Demak, Bawaslu Demak mengangkat tema peran perempuan dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan pada podcast episode Bingkai Tali (Bincang Demokrasi Kota Wali), Rabu, 16/07/2025. Wiwit Puspitasari, Koordinator Divisi P2H (Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas) Bawaslu Demak, yang menjadi nara sumber, menyampaikan keterwakilan 30 % perempuan dalam kancah politik di Kabupaten Demak belum banyak dimanfaatkan oleh kaum hawa.
“Bawaslu Demak sendiri sudah membuka lebar kesempatan, tetapi dalam prakteknya perempuan yang terlibat dalam pengawasan masih minim” , Papar wiwit
Lebih dalam wiwit mengakui masih kentalnya budaya patriatik di Kabupaten Demak yang menjadi kendala bagi perempuan untuk mengaktualisasikan diri. Namun menurutnya perempuan memiliki seabrek kelebihan yang jarang dimiliki kaum adam, seperti terbiasa menanggung beban ganda dan piawai dalam managemen. Oleh karena perlu adanya upaya untuk mendorong mereka agar berpartisipasi dalam ruang-ruang publik.
“Termasuk upaya peningkatan pemahaman demokrasi”, tutur Wiwit.
Menjawab apa upaya Bawaslu Demak dalam peningkatan afirmasi perempuan, Wiwit menyampaikan sudah beberapa kali merangkul komunitas perempuan untuk bergabung dalam pengawasan partisipatif. Mulai dari komunitas keagamaan seperti Fatayat, Aisyiyah, Komunitas Pendidik seperti Himpaudi, sampai pada komunitas Pelajar seperti Kohati.
“Kami juga mengajak mereka untuk melakukan kerja sama dalam mensosialisasikan pengawasan partisipatif”, lanjut wiwit.
Di akhir pebincangan Wiwit menyoroti perempuan muda khususnya agar lebih intens dalam mengaktualisasikan diri. Menurutnya kaum lebih banyak kesempatan dan lebih panjang jangkauanya.
“Manfaatkan mudamu sebelum tuamu”, pungkas Wiwit.