Bawaslu Demak: Persatuan Menjadi Kekuatan Bangsa
|
Demak — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai bagian dari semangat kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Bawaslu Demak yang mengutip pernyataan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, mengenai Indonesia sebagai negara milik seluruh rakyat tanpa membedakan golongan, agama, etnis, maupun latar belakang budaya.
Dalam unggahan tersebut tertulis: "Negeri ini Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik adat istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke."
Kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia lahir dan tumbuh dari keberagaman. Perbedaan suku, agama, etnis, budaya, serta adat istiadat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia.
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa semangat persatuan harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam dinamika demokrasi.
"Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan pilihan, pandangan, agama, suku, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk saling menjauh. Justru perbedaan itulah yang harus kita kelola menjadi kekuatan untuk membangun bangsa," ungkap Ulin Nuha.
Menurutnya, nilai persatuan sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Masyarakat diharapkan tetap dapat menghormati perbedaan pilihan dan pendapat dengan mengedepankan sikap saling menghargai serta menjaga kerukunan.
"Demokrasi akan tumbuh dengan baik apabila masyarakatnya mampu menghargai perbedaan dan tetap menjaga persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita kehilangan rasa kebersamaan sebagai sesama anak bangsa," lanjutnya.
Melalui unggahan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk kembali memaknai kemerdekaan, bukan hanya sebagai momentum mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui hal-hal positif.
Penulis: Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati