Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak: Pendidikan Bukan Sekadar Mencetak Orang Pintar, tetapi Memanusiakan Manusia

Demak – Pendidikan sejati bukan sekadar mencetak manusia yang pintar, melainkan membentuk pribadi yang berkarakter, beretika, dan mampu menghargai sesama. Kepintaran tanpa nilai kemanusiaan justru berpotensi disalahgunakan untuk menipu, memperdaya, bahkan merugikan orang lain.

​Pesan tersebut diangkat Bawaslu Kabupaten Demak melalui konten edukatif di media sosial dengan mengutip pemikiran tokoh pendidikan bangsa, Ki Hajar Dewantara, tentang pentingnya pendidikan yang membangun kehidupan bersama: “Pendidikan sejati adalah pendidikan yang mengajarkan untuk hidup bersama, saling menghormati, dan saling membantu demi tercapainya kemajuan bersama.”

​Pesan yang diunggah pada Senin (2/11/2026) ini menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, sikap toleran, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

​Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia yang berintegritas dan peduli lingkungan sosial. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat penting dalam kehidupan demokrasi karena membutuhkan warga yang mampu menghargai perbedaan, menghormati hak orang lain, serta mengutamakan kepentingan bersama.

​“Kecerdasan tanpa karakter bisa kehilangan arah. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain dan kehidupan bersama,” ujar Ulin.

Melalui konten edukatif ini, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan dalam memperkuat karakter dan kesadaran demokrasi. Sebab, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar warganya, melainkan juga seberapa besar kemampuannya untuk menghargai dan memanusiakan sesama.

Penulis : Mudlo'af 

Foto :-

Editor : Heni Ernawati