Bawaslu Demak: Patriotisme Tidak Selalu Harus Mengangkat Senjata
|
Demak — Bawaslu Kabupaten Demak kembali menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat melalui akun media sosial resminya, Selasa (1/9/2026). Kali ini, Bawaslu Demak mengunggah kutipan dari Jenderal TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution yang berbunyi, “Sesungguhnya patriotisme tidak selalu harus mengangkat senjata.”
Kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan di medan perang. Di era demokrasi, kecintaan terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi, termasuk dengan turut menjaga dan menegakkan demokrasi.
Bawaslu Demak berharap pesan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk memahami bahwa partisipasi dalam kehidupan demokrasi merupakan bagian dari sikap patriotik. Masyarakat dapat berkontribusi dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan pilihan, menolak politik uang, serta turut mencegah berbagai bentuk pelanggaran dalam proses demokrasi.
Partisipasi masyarakat juga menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat. Demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui unggahan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk memaknai patriotisme dalam konteks kekinian. Menjaga demokrasi, menggunakan hak politik secara bijak, dan berani menolak segala bentuk kecurangan merupakan wujud nyata kecintaan kepada bangsa dan negara.
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa semangat patriotisme pada masa kini dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga demokrasi.
“Patriotisme hari ini tidak harus diwujudkan dengan mengangkat senjata. Menjaga demokrasi, menggunakan hak pilih dengan bertanggung jawab, menolak politik uang, serta berani melawan berbagai bentuk pelanggaran juga merupakan bagian dari patriotisme. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari perjuangan menegakkan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Ulin Nuha.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati