Bawaslu Demak Ingatkan Bahaya Nepotisme, Kebijaksanaan Pemimpin Jangan Tergadai oleh Kedekatan
|
Demak – Kedekatan dengan teman dan keluarga tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip keadilan, objektivitas, dan integritas dalam kepemimpinan. Pesan inilah yang diangkat Bawaslu Kabupaten Demak melalui unggahan konten edukatif di akun Instagram resminya dengan mengutip pesan tokoh nasional Idham Chalid: "Jangan sampai teman dan keluarga menjerumuskan dan menghancurkan kebijaksanaan kita dalam memimpin."
Kutipan yang diunggah pada Senin, 26 Oktober 2026, itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukanlah ruang untuk mengutamakan hubungan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Seorang pemimpin dituntut mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan keluarga, kerabat, maupun kelompok terdekatnya.
Dalam praktiknya, nepotisme dapat tumbuh ketika kedekatan personal lebih diutamakan daripada kompetensi, profesionalitas, dan kelayakan. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi melahirkan ketidakadilan, merusak kepercayaan, serta mengikis nilai-nilai tata kelola pemerintahan yang baik.
Melalui pesan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk memahami bahwa integritas seorang pemimpin justru diuji ketika harus mengambil keputusan yang menyangkut orang-orang terdekatnya. Keberanian bersikap objektif, sekalipun berhadapan dengan teman atau keluarga sendiri, merupakan bagian penting dari tanggung jawab kepemimpinan.
Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa nilai integritas harus menjadi landasan dalam setiap bentuk kepemimpinan.
"Jabatan adalah amanah, bukan fasilitas untuk menguntungkan orang-orang terdekat. Pemimpin harus berani bersikap adil dan profesional. Jangan sampai hubungan keluarga atau pertemanan mengalahkan aturan dan kepentingan bersama," tegasnya.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati