Bawaslu Demak Ajak Masyarakat Menjunjung Tinggi Martabat Sesama
|
Demak - Bawaslu Kabupaten Demak kembali menghadirkan pesan edukatif melalui media sosial dengan mengunggah kutipan mutiara dari tokoh bangsa, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rabu (9/9/2026).
Kutipan tersebut berbunyi, "Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya."
Pesan Gus Dur tersebut mengandung ajakan untuk senantiasa menghargai dan menjaga martabat setiap manusia. Perbedaan latar belakang, pilihan, maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk merendahkan atau memperlakukan orang lain secara tidak adil.
Dalam konteks kehidupan demokrasi, nilai tersebut menjadi penting karena demokrasi tidak hanya berbicara tentang kebebasan menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang mampu menghormati hak dan martabat orang lain.
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, S.H., M.H., mengatakan bahwa semangat menghormati sesama perlu menjadi bagian dari budaya demokrasi.
"Demokrasi harus dibangun dengan saling menghormati. Perbedaan pilihan jangan sampai membuat kita saling merendahkan. Setiap manusia memiliki martabat dan hak yang harus dihargai," ujar Ulin.
Menurutnya, masyarakat yang mampu menghargai perbedaan akan lebih mudah membangun kehidupan demokrasi yang damai, inklusif, dan bermartabat.
"Jangan hanya berbeda pilihan kemudian kita bermusuhan. Justru dari perbedaan itu kita belajar untuk saling menghargai dan menjaga persatuan," tambahnya.
Melalui unggahan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk menjadikan penghormatan terhadap sesama sebagai bagian dari praktik demokrasi sehari-hari. Sikap tersebut diharapkan tidak hanya hadir ketika Pemilu berlangsung, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati